Minggu, 18 Mei 2025

Draft Input Nilai Rapor-SP Jenjang SD

 

Bapak/ Ibu Guru SD yang hebat selamat berjumpa lagi dengan blog ini. Semoga Bapak/ Ibu Guru SD selalu dalam keadaan baik sehat wal afiat. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah aplikasi berbasis excel yang dapat Bapak/ Ibu Guru SD gunakan untuk mengolah nilai rapor sebelum diinput pada Rapor-SP. Sebagai informasi, tulisan ini saya tujukan untuk Bapak/ Ibu Guru yang menggunakan aplikasi Rapor-SP.

Rapor SP adalah aplikasi/perangkat lunak berbasis web yang berfungsi untuk manajemen penilaian dan menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik (Rapor) pada satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, SMK maupun SLB yang melaksanakan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Aplikasi Rapor SP 2025 merupakan hasil pengembangan Rapor SP 2024.2 yang telah dilengkapi dengan fitur-fitur baru serta update database maupun PHP serta update pada beberapa fprosedur internal pengolahan data.

Pada versi 2025 ini menggunakan port yang berbeda dengan versi sebelumnya, sehingga dapat langsung diinstall tanpa mengganggu aplikasi versi sebelumnya. namun untuk antisipasi, silahkan lakukan backup data terlebih dahulu sebelum instalasi, jika pada komputer anda terdapat aplikasi Rapor SP versi sebelumnya.

Aplikasi Rapor SP adalah aplikasi Gratis karya dari I Nyoman Pasek, seorang Pengawas Sekolah (Pendamping Satuan Pendidikan) di Lingkungan Disdikpora, Provinsi Bali yang dipersembahkan khusus bagi sekolah-sekolah di indonesia yang memerlukan aplikasi pengolahan nilai dan pelaporan hasil penilaian (Rapor Siswa).

Kembali ke Draft Input Nilai Rapor-SP Jenjang SD, aplikasi ini saya buat dengan sangat sederhana dan mudah untuk digunakan. Saya sediakan 2 apilikasi, yaitu untuk guru kelas dan guru mata pelajaran. 

Secara singkat Bapak/ Ibu Guru diharuskan mengisi Tujuan Pembelajaran, nilai sumatif, presensi siswa, ekstrakurikuler dan catatan wali kelas sesuai kelas masing-masing. Intinya Bapak/ Ibu Guru akan mempunyai gambaran data sebelum data tersebut dimasukkan ke Rapor SP. Setelah terisi semua, Bapak/ Ibu Guru dapat mengunduh format import dari Rapor SP kemudian tinggal copy-paste dilanjutkan unggah ke Rapor SP. 

Bapak/ Ibu Guru dapat mengunduh Draft Input Nilai Rapor-SP Jenjang SD di bawah ini: 

Draft Input Nilai Rapor-SP Jenjang SD

Jangan lupa diextract dulu setelah diunduh!
Demikian yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat. 

Selasa, 08 Oktober 2024

Contoh Prosedur Operasional Standar (POS) Asesmen Nasional (AN) Jenjang SD Tahun 2024

Asesmen Nasional (AN) adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk  pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei   lingkungan belajar. Dalam pelaksanaannya AN hanya dapat dilaksanakan dengan   menggunakan system tes berbasis komputer. Sedangkan moda tes yang dapat dipilih adalah moda tes komputer daring (online) dan semi daring (semi online).  

Mekanisme dan prosedur pelaksanaan AN mengacu kepada Peraturan Kepala Badan  Standar,  Kurikulum,  dan  Asesmen   Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 019/H/KP/2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2024. Selanjutnya hal - hal yang bersifat teknis pelaksanaan Asesmen Nasional akan dijabarkan secara lebih rinci dalam Prosedur Operasional  Standar (POS) AN 2024 ini. 

Baca juga: Contoh SK Pembagian Tugas Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025

Tujuan diterbitkannya Prosedur Operasional Standar (POS) AN Tahun 2024 ini adalah untuk memberikan panduan  teknis kepada pelaksana AN di satuan pendidikan, yaitu jenjang SD dalam melaksanakan AN yang  sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tidak semua bagian dari POS AN dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dicantumkan dalam POS AN ini, tetapi hal-hal teknis yang dianggap penting dan belum tercantum  akan yang diperjelas melalui POS AN Tahun 2024. 

Baca juga : Aplikasi Sederhana Untuk Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Berdasarkan CP Terbaru 2024

Diharapkan dengan adanya POS AN Tahun 2024 ini semua pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan  AN  dapat  melaksanakan  AN  dengan  baik  sehingga  menghasilkan  informasi asesmen yang bermanfaat bagi perbaikan dan kemajuan proses pembelajaran.

Berikut kami berikan contoh POS AN Tahun 2024 yang dapat diunduh pada tautan di bawah ini: 


Unduh Contoh POS AN Jenjang SD Tahun 2024


Semoga dengan adanya Contoh POS AN Jenjang SD Tahun 2024 dapat membantu dan memperlancar pelaksanaan AN 2024. 

Baca juga : Contoh Jadwal Pelajaran Tahun Ajaran 2024/2025 sesuai Struktur Kurikulum Merdeka Jenjang SD

Kamis, 25 Juli 2024

Aplikasi Sederhana Untuk Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Berdasarkan CP Terbaru 2024

 

Salam dan bahagia Bapak/ Ibu Guru hebat! Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah aplikasi sederhana berbasis excel untuk membantu Bapak/ Ibu Guru dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dari Capaian Pembelajaran (CP). 

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Capaian Pembelajaran (CP) yang baru telah diterbitkan berdasarkan Keputusan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesemen Pendidikan Nomor 032/H/KR/2024. 

Capaian Pembelajaran merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase. Capaian pembelajaran perlu dirumuskan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran. Tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan diurutkan sehingga menjadi alur tujuan pembelajan yang dapat dicapai oleh peserta didik hingga mencapai akhir fase. Selanjutnya berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, dikembangkan menjadi perencanaan pembelajaran. Proses berpikir dalam merencanakan pembelajaran ditunjukkan dalam gambar di bawah ini: 

Tujuan pembelajaran diturunkan dari capaian pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dikembangkan ini perlu dicapai peserta didik hingga akhir penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Selanjutnya, pendidik menyusun tujuan-tujuan tersebut menjadi satu alur tujuan pembelajaran.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu: 

  1. Kompetensi, kemampuan peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain: secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan? Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan.
  2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang  perlu dipahami pada akhir satu unit  pembelajaran. Pertanyaan panduan yang  dapat digunakan pendidik, antara lain: hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP? Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP (misalnya, proses pengolahan hasil panen digunakan sebagai konteks untuk belajar tentang persamaan linear di SMA.

Baca juga : Unduh Aplikasi Cetak Kuitansi Format Excel

Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik perlu menyusun alur tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan turunan atau rincian dari tujuan pembelajaran. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun alur tujuan pembelajaran:

  1. Alur tujuan pembelajaran harus tuntas satu fase, tidak terpotong di tengah jalan;
  2. Alur tujuan pembelajaran perlu dikembangkan secara kolaboratif,  apabila pendidik mengembangkan alur tujuan pembelajaran secara mandiri, maka perlu kolaborasi pendidik lintas kelas/tingkatan dalam satu fase atau merancang bersama komunitas atau tim pendidik atau MGMP/KKG/KKT (Kelompok Kerja Tutor) di satuan pendidikan masing-masing;
  3. Alur tujuan pembelajaran dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi yang dikembangkan setiap mata pelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya dikembangkan oleh pendidik yang memiliki pemahaman dalam mata pelajaran tersebut;
  4. Pada pendidikan khusus, penyusunan alur tujuan pembelajaran boleh dilakukan lintas fase;
  5. Alur tujuan pembelajaran yang disediakan pemerintah adalah contoh. Urutan tujuan pembelajaran ditunjukkan dengan nomor atau huruf, namun pendidik atau satuan pendidikan dapat mengubah atau memodifikasi sesuai dengan kebutuhan; dan
  6. Alur tujuan pembelajaran fokus pada pencapaian pembelajaran.

Baca juga : Contoh Jadwal Pelajaran Tahun Ajaran 2024/2025 sesuai Struktur Kurikulum Merdeka Jenjang SD

Bapak/ Ibu Guru dapat mengunduh aplikasi untuk merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada tautan di bawah ini: 

Aplikasi Sederhana Untuk Merumuskan TP dan ATP

Langkah-langkah dalam menjalanakan aplikasi sederhana ini, sebagai berikut: 

  1. Setelah diunduh dan diextract, langsung saja isi data pada sheet "CP"
  2. Copy-paste Capaian Pembelajaran dilanjutkan mengisi elemen dan Capaian Pembelajaran 
  3. Isi tempat dan tanggal pembuatan serta nama dan NIP Kepala Sekolah dan juga Guru 
  4. Masuk sheet "TP", Copy-paste Capaian Pembelajaran untuk mengisi kolom "KOMPETENSI" dan "LINGKUP MATERI (KONTEN)". Kolom" TUJUAN PEMBELAJARAN" akan terisi secara otomatis
  5. Bapak/ Ibu Guru dapat menambahkan Condition ( C ) dan Degree (D) jika ingin membuat tujuan pembelajaran dengan rumus ABCD (optional)
  6. Masuk sheet "ATP", bagilah TP berdasarkan kelasnya (kolaborasi), Alokasi Waktu dan pembagian semester. 

Baca juga : Contoh SK Pembagian Tugas Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025

Saya menyadari pasti banyak sekali kekurangan dalam aplikasi sederhana ini. Untuk itu, saran dan masukan dari Bapak/ Ibu Guru sangat saya harapkan untuk perbaikan selanjutnya. 

Semoga dengan adanya aplikasi sederhana ini dapat membantu Bapak/ Ibu Guru dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 


Senin, 15 Juli 2024

Unduh Aplikasi Cetak Kuitansi Format Excel

 

Bagi bendahara BOS (Bantuan Operasional Sekolah), pengelolaan keuangan dan administrasi adalah tugas yang menuntut ketelitian dan efisiensi tinggi. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan ini adalah penerbitan kuitansi, yang seringkali memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Untungnya, kini tersedia solusi yang dapat meringankan beban tersebut, yaitu dengan menggunakan aplikasi kuitansi dalam format Excel.

Keunggulan Aplikasi Kuitansi Format Excel

  1. Kemudahan Penggunaan

Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif, sehingga mudah digunakan oleh siapa saja, bahkan tanpa latar belakang teknis yang kuat.

2. Format yang Seragam

Aplikasi ini menggunakan template kuitansi yang seragam, sehingga semua kuitansi yang dihasilkan memiliki format yang konsisten. Ini penting untuk keperluan administrasi dan audit.

3. Pengisian Data Otomatis

Dengan fitur pengisian data otomatis, bendahara hanya perlu memasukkan data satu kali, dan aplikasi akan secara otomatis mengisi informasi yang diperlukan pada setiap kuitansi. Hal ini mengurangi risiko kesalahan manual dan mempercepat proses pembuatan kuitansi.

4. Cetak Banyak Kuitansi Sekaligus

Salah satu fitur unggulan aplikasi ini adalah kemampuan untuk mencetak banyak kuitansi sekaligus. Bendahara dapat mencetak puluhan hingga ratusan kuitansi dengan sekali klik, menghemat waktu dan tenaga.

 Baca juga : Contoh Draft ARKAS BOS Kinerja Kemajuan Terbaik Jenjang SD Tahun 2024

Cara Menggunakan Aplikasi Kuitansi Format Excel

1. Download

Unduh aplikasi kuitansi dalam format Excel pada tautan berikut: 

Aplikasi Kuitansi Format Excel

Setelah unduh jangan lupa untuk diextract terlebih dahulu.

2. Input Data

Buka template kuitansi yang telah diunduh, kemudian masukkan data-data yang diperlukan, yaitu data Kepala Sekolah dan Bendahara (nama dan NIP), nomor bukti (dari BKU ARKAS), Guna Bayar, terbilang (nominal transaksi), tanggal nota (transaksi) dan lunas bayar.

3. Cetak Kuitansi

Setelah semua data terisi, pilih opsi untuk mencetak kuitansi. Anda dapat memilih untuk mencetak langsung satu-satu atau cetak banyak. Untuk cetak satu-satu, gunakan tombol spin button untuk berpindah halaman kuitansi kemudian klik CETAK. Untuk cetak banyak, isikan saja nomor awal dan akhir sesuai keinginan anda (cell warna kuning dan hijau) kemudian klik tombol CETAK BANYAK.

4. Simpan dan Arsipkan

Pastikan untuk menyimpan salinan digital dari setiap kuitansi yang dihasilkan untuk keperluan dokumentasi dan audit di masa mendatang.

Menggunakan aplikasi kuitansi format Excel tidak hanya mempermudah pekerjaan bendahara BOS, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan sekolah. Dengan solusi ini, bendahara dapat fokus pada tugas-tugas lain yang juga penting, tanpa terbebani oleh proses administrasi yang berbelit-belit.


Semoga tulisan ini dapat membantu bendahara BOS dan staf administrasi sekolah lainnya dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efektif dan efisien. Selamat mencoba!

Rabu, 10 Juli 2024

Contoh SK Pembagian Tugas Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025

 

Pada awal tahun ajaran 2024/2025, Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab penting untuk membuat keputusan tentang Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025. Proses ini sangat krusial karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang akan diberikan kepada siswa. Kepala Sekolah harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kompetensi dan pengalaman guru, kebutuhan siswa, serta kurikulum yang harus dijalankan. Pembagian tugas yang tepat akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi seluruh siswa.

Terkadang, Kepala Sekolah juga membuat kebijakan untuk pergantian tugas mengajar. Misalnya, seorang guru yang sebelumnya mengajar di kelas 3 bisa saja dialihkan untuk mengajar di kelas 4. Pergantian ini biasanya didasarkan pada evaluasi kinerja guru, kebutuhan pengembangan profesional, serta untuk menjaga dinamika dan semangat mengajar. Kebijakan ini juga dapat membantu guru mengembangkan keterampilan baru dan memberikan variasi dalam pengalaman mengajar mereka.

SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025 merupakan dokumen penting yang dibuat oleh Kepala Sekolah. SK ini dapat dibuat setiap semester atau setiap tahun ajaran, tergantung pada kebijakan sekolah dan situasi tertentu, seperti adanya mutasi guru. SK ini juga harus disesuaikan dengan peraturan-peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Hal ini penting agar seluruh kegiatan di sekolah tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak menimbulkan masalah administratif di kemudian hari.

Penggunaan SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler yang hanya copy-paste dari tahun sebelumnya seringkali tidak memperhatikan perubahan peraturan atau undang-undang yang telah diganti atau direvisi. Oleh karena itu, penting bagi Kepala Sekolah untuk selalu memperbarui dan memeriksa kembali SK PBM yang dibuat. Memastikan bahwa dokumen tersebut sesuai dengan peraturan terbaru akan membantu menghindari masalah hukum dan administratif di masa mendatang..

Baca juga : Contoh Jadwal Pelajaran Tahun Ajaran 2024/2025 sesuai Struktur Kurikulum Merdeka Jenjang SD

Selain sebagai dokumen pembagian tugas mengajar, SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler juga memiliki fungsi lain yang tak kalah penting. Dokumen ini seringkali digunakan untuk proses kenaikan pangkat guru. SK ini menjadi salah satu bukti administratif yang menunjukkan beban kerja dan tanggung jawab yang telah dijalankan oleh guru selama periode tertentu. Dengan demikian, SK ini yang akurat dan sesuai sangat penting dalam mendukung karir profesional para guru.

Baca juga : Panduan MPLS yang Menyenangkan melalui Aktivitas Kreatif PPKSP Semua Jenjang Tahun Ajaran 2024/2025

Melalui tulisan ini, saya berharap dapat berbagi format dan redaksi SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler yang menurut saya sudah cukup baik. Saya menyesuaikan format ini dengan peraturan-peraturan terbaru agar tetap relevan dan dapat digunakan oleh berbagai sekolah, salah satunya SK ini sudah ditambahkan dengan peraturan terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 172). Saya juga sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari para pembaca. Masukan yang konstruktif akan sangat membantu saya untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan format SK ini.

Adapun SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025 dapat diunduh pada tautan di bawah ini: 

Download SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan partisipasi para pembaca. Saya berharap tulisan ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi Kepala Sekolah dan tenaga pendidik lainnya dalam menyusun SK Pembagian Tugas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Pembimbingan Ekstrakurikuler yang lebih baik dan sesuai dengan peraturan terbaru. Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Senin, 01 Juli 2024

Contoh Draft ARKAS BOS Kinerja Kemajuan Terbaik Jenjang SD Tahun 2024

Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Kinerja (BOSP Kinerja) merupakan bentuk insiatif Kemendikbudristek untuk memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan. BOSP Kinerja ini bertujuan untuk memacu satuan pendidikan melakukan percepatan perbaikan mutu pendidikan. Sehingga Dana BOSP Kinerja ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang dinilai memiliki kinerja yang baik dan berhasil menunjukan perbaikan performa dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Permendikbud 63 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP, satuan pendidikan yang menerima BOSP Kinerja terdiri dari tiga kategori. Diantaranya adalah sekolah yang melaksanakan program Sekolah Penggerak, sekolah yang memiliki prestasi, dan sekolah yang memiliki kemajuan terbaik.

Pada kesempatan kali ini saya akan mmembahas sedikit tentang BOSP Kinerja Kemajuan Terbaik Jenjang SD. Ketentuan penggunaan Dana BOS Kinerja diarahkan untuk pelatihan dan pengembangan talenta yang mencakup berbagai kegiatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa yang berprestasi. Hal ini dilakukan tak hanya untuk menunjang kemajuan individu siswa tetapi juga reputasi sekolah sebagai lembaga yang mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Pengembangan manajemen dan ekosistem pendidikan adalah komponen lainnya dalam penggunaan Dana BOS Kinerja. 

Sekolah diharapkan dapat memanfaatkan Dana BOS Kinerja untuk: 

1. Memperkuat manajemen internal

2. Meningkatkan efisiensi operasional

3. Memperluas ekosistem pendidikan


Baca juga : Unduh Aplikasi Cetak Kuitansi Format Excel


Berikut ini merupakan komponen penggunaan Dana BOS Kinerja bagi sekolah yang memiliki kemajuan terbaik berdasarkan Permendikbudristek 63 tahun 2023: 

1. Pembelajaran kurikulum merdeka

2. Perencanaan berbasis data

Dana BOS Kinerja bagi sekolah yang memiliki kemajuan terbaik tahun 2024 harus dianggarkan melalui aplikasi ARKAS. Untuk membantu Bendahara BOS Jenjang SD dalam input anggaran BOS Kinerja bagi sekolah yang memiliki kemajuan terbaik tahun 2024 di ARKAS, saya akan membagikan sebuah draft input ARKAS berbasis excel yang bisa dibuat sebagai konsep sebelum input di ARKAS untuk meminimalisir kesalahan dalam input. Draft input ARKAS ini telah disesuaikan dengan program kegiatan yang ada di ARKAS.

Bagi bendahara BOS yang mau menggunakan draft input ARKAS ini dapat diunduh pada tautan di bawah ini: 


Draft Input ARKAS BOS Kinerja Kemajuan Terbaik SD 2024

(link download akan muncul setelah mengisi google form & jangan lupa diextract dulu sebelum digunakan)


Semoga Draft Input ARKAS BOS Kinerja Kemajuan Terbaik SD 2024 ini bermanfaat dan membantu Bendahara BOS dalam menganggarkan Dana BOS Kinerja bagi sekolah yang memiliki kemajuan terbaik tahun 2024.


Ditunggu tanggapan, kritik dan sarannya pada kolom komentar. 

Donasi seikhlasnya 3029415055 😃🙏

 

Minggu, 30 Juni 2024

Contoh Jadwal Pelajaran Tahun Ajaran 2024/2025 sesuai Struktur Kurikulum Merdeka Jenjang SD

Pada tahun 2024, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peraturan ini memperkenalkan konsep "Kurikulum Merdeka" yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan lokal.

Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendukung pengembangan potensi anak secara holistik, baik dari segi akademik maupun non-akademik. Kurikulum ini menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek, pendekatan tematik integratif, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), implementasi Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2024/2025 menekankan pada pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Struktur jadwal pelajaran diatur sedemikian rupa agar mendukung tujuan tersebut. Jadwal pelajaran yang variatif ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga membantu guru dalam mempersiapkan dan mengelola pembelajaran dengan lebih efektif.

Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Kompetensi merupakan  kesatuan  sikap,  keterampilan,  dan pengetahuan  yang  menunjukkan  kemampuan  Peserta Didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Muatan  pembelajaran merupakan susunan materi atau isi yang disampaikan pada  proses  pembelajaran,  mencakup  sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan dikuasai oleh Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan belajar. Beban  belajar merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk mencapai kompetensi Peserta Didik.

Struktur Kurikulum memuat:  

a.  Intrakurikuler; dan 

b.  Kokurikuler.

Melalui struktur kurikulum yang lebih fleksibel dan jadwal pelajaran yang variatif, guru dapat lebih mudah dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Keleluasaan ini memungkinkan guru untuk mengatur waktu dengan lebih baik, menciptakan strategi pembelajaran yang inovatif, serta memberikan perhatian yang lebih pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa. Dengan demikian, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan berbagai kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan, serta menumbuhkan minat belajar dan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran.

Untuk membantu Bapak/ Ibu Guru di jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam mempersiapkan Tahun Ajaran 2024/2025, saya akan berbagi Struktur Kurikulum Merdeka yang dilengkapi contoh Jadwal Pelajaran yang dapat diunduh pada tautan di bawah ini: 


Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kelas I

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kelas II

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kelas III-V

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kelas VI


Semoga pembuatan struktur kurikulum dan jadwal pelajaran ini dapat bermanfaat bagi para pendidik di jenjang SD. Dengan panduan yang jelas dan fleksibilitas yang diberikan, guru dapat lebih mudah dalam merancang dan mengelola proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Diharapkan pula, upaya ini dapat meringankan beban guru dalam persiapan pembelajaran serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.

Semoga dengan adanya Kurikulum Merdeka, pendidikan di Indonesia dapat semakin maju dan menghasilkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Mari bersama-sama kita dukung pelaksanaan kurikulum ini dengan semangat dan dedikasi penuh untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang lebih baik.

Panduan MPLS yang Menyenangkan melalui Aktivitas Kreatif PPKSP Semua Jenjang Tahun Ajaran 2024/2025

 

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 akan segera dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan. MPLS ini merupakan kegiatan pertama bagi peserta didik baru di sekolah, yang bertujuan untuk memperkenalkan program-program sekolah, tata kelola, sarana dan prasarana, cara belajar, serta menanamkan konsep pengenalan diri dan pembinaan awal kultur sekolah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2016, MPLS harus diisi dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, ramah anak, dan nyaman bagi peserta didik.

Kegiatan MPLS tidak hanya menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengimplementasikan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Hal ini sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Dalam rangka mendukung pencegahan kekerasan, MPLS dirancang untuk menyosialisasikan nilai-nilai inklusivitas, keberagaman, dan keamanan bagi semua peserta didik.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyediakan panduan sosialisasi PPKSP untuk dilaksanakan selama MPLS. Panduan ini dirancang agar dapat digunakan di setiap jenjang pendidikan dengan materi yang sederhana dan efektif. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman bagi semua peserta didik, sehingga mereka dapat merasa nyaman dan terlindungi selama proses belajar mengajar.

Selain itu, dalam upaya mendukung kesehatan mental peserta didik, salah satu fokus dalam Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) adalah aspek Sehat Jiwa. GSS bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan jiwa peserta didik melalui berbagai kegiatan positif dan preventif. MPLS menjadi salah satu momen penting untuk mengenalkan dan mengimplementasikan program ini, agar peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru dengan kondisi mental yang baik.

Pentingnya penanaman nilai-nilai positif dan pembinaan awal kultur sekolah melalui MPLS tidak hanya akan berdampak pada proses belajar mengajar, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan mengenalkan tata kelola, program-program sekolah, serta cara belajar yang efektif, peserta didik diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat dan merasa lebih nyaman dalam lingkungan sekolah yang baru. Hal ini juga akan membantu mereka dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama peserta didik dan tenaga pendidik.

Secara keseluruhan, MPLS Tahun Ajaran 2024/2025 diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi peserta didik baru. Dengan kegiatan yang edukatif, kreatif, dan penuh dengan nilai-nilai positif, MPLS tidak hanya akan memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu membentuk karakter peserta didik yang inklusif, sehat, dan berwawasan luas. Ini merupakan langkah awal menuju terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Untuk membantu Bapak/ Ibu Guru dalam mengisi kegiatan MPLS, kami bagikan Panduan MPLS yang Menyenangkan melalui Aktivitas Kreatif PPKSP di setiap Jenjang Tahun Ajaran 2024/2025 pada tautan di bawah ini: 

Panduan dan Materi MPLS Tahun Ajaran 2024/2025

Dengan demikian, melalui pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2024/2025, diharapkan seluruh peserta didik baru dapat merasakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pengenalan sekolah, tetapi juga sebagai momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai positif, inklusivitas, dan kesehatan mental yang baik. Dengan dukungan semua pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pemerintah, diharapkan MPLS dapat berjalan dengan sukses dan memberikan pengalaman yang berkesan serta membangun bagi peserta didik baru.

Semoga MPLS ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul, kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Harapannya, peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah baru mereka, membangun hubungan yang harmonis dengan teman-teman dan guru, serta mengembangkan potensi diri secara optimal. Dengan demikian, mereka akan siap menghadapi tantangan-tantangan di masa depan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Akhir kata, semoga kegiatan MPLS ini dapat menginspirasi seluruh peserta didik untuk terus belajar dan berprestasi, serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan penuh dengan ilmu pengetahuan. Mari kita bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, sehat, dan berdaya saing, demi masa depan generasi penerus bangsa yang gemilang.

Kamis, 13 Juni 2024

Contoh Surat Keputusan Kepala SD tentang Penetapan Kelulusan Peserta Didik Kelas VI tahun ajaran 2023/2024

 

Pada kesempatan kali ini saya mencoba berbagi salah satu administrasi kelulusan kelas VI pada tahun ajaran 2023/2024, yaitu Surat Keputusan tentang Penetapan Kelulusan Peserta Didik Kelas VI. Surat keputusan ini dibuat berdasarkan:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pasal 10 Ayat 2;
  2. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 010 Tahun 2024 Tentang Pedoman Pengelolaan Blanko Ijazah Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2023/2024; dan
  3. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 012.A Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 010 Tahun 2024 Tentang Pedoman Pengelolaan Blanko Ijazah Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2023/2024.

Surat Keputusan Penetapan Kelulusan Peserta Didik Kelas VI ini harus dibuat sebagai dasar dalam penulisan ijazah.

Berikut saya mencoba berbagi contoh Surat Keputusan Kepala SD tentang Penetapan Kelulusan Peserta Didik Kelas VI tahun ajaran 2023/2024 yang dapat diunduh pada tautan berikut:

 

==>  Unduh di sini

 

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Rabu, 06 Desember 2023

DRAFT UNTUK INPUT NILAI E-RAPOR SD KURIKULUM MERDEKA

Seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu perkembangan terbaru adalah peluncuran e-Rapor untuk SD yang mengacu pada Kurikulum Merdeka. Dengan adanya e-Rapor ini, diharapkan proses pendokumentasian dan pelaporan hasil belajar siswa menjadi lebih efisien dan transparan.


e-Rapor merupakan sebuah aplikasi berbasis teknologi informasi yang memungkinkan guru untuk mencatat dan melaporkan nilai-nilai serta capaian belajar siswa secara digital. Dengan demikian, proses pengelolaan data nilai menjadi lebih mudah dan terstruktur. Selain itu, e-Rapor juga memungkinkan orang tua untuk mengakses informasi mengenai perkembangan belajar anak-anak mereka secara real-time.


Salah satu kelebihan utama dari e-Rapor adalah kemampuannya untuk menyajikan data secara terperinci dan akurat. Dengan adanya e-Rapor, guru dapat dengan mudah melihat perkembangan belajar setiap siswa, termasuk nilai-nilai ujian, tugas, dan keterampilan lainnya. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan perhatian yang lebih tepat kepada setiap siswa sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.


Selain itu, e-Rapor juga memudahkan proses analisis data untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran. Dengan adanya data yang terdokumentasi dengan baik, sekolah dapat melakukan analisis terhadap capaian belajar siswa secara lebih mendalam. Dengan demikian, mereka dapat mengidentifikasi pola-pola belajar siswa dan menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.


Namun demikian, implementasi e-Rapor juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai di setiap sekolah. Hal ini menjadi kendala utama, terutama di daerah-daerah terpencil di mana akses terhadap teknologi mungkin terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki akses yang memadai terhadap teknologi dan koneksi internet.


Selain itu, pelatihan dan sosialisasi mengenai penggunaan e-Rapor juga menjadi hal yang krusial. Guru-guru perlu diberikan pelatihan yang memadai agar mereka dapat menggunakan aplikasi ini dengan baik dan benar. Sosialisasi kepada orang tua juga penting agar mereka memahami manfaat dari e-Rapor dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar anak-anak mereka.


Meskipun demikian, e-Rapor menjanjikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya e-Rapor, diharapkan proses pendokumentasian dan pelaporan hasil belajar siswa menjadi lebih akurat, efisien, dan transparan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan memberikan informasi yang lebih lengkap kepada orang tua mengenai perkembangan belajar anak-anak mereka.

Bagi guru perlu mempersiapkan data dan hasil asesmen siswa untuk dimasukkan ke dalam e-Rapor. Untuk memudahkan pekerjaan guru terutama guru SD, saya mencoba untuk berbagi aplikasi excel yang sangat-sangat sederhana sekali yang dapat digunakan untuk semua kelas di SD.

Dapat diunduh pada KLIK DI SINI

(unduh kemudian extract)

Terima kasih dan semoga bermanfaat. 

Senin, 09 Mei 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

 


Panduan pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):




1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Filosofi Pratap Triloka dari Ki Hajar Dewantara khususnya ing ngarso sung tuladha memberikan pengaruh yang besar dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan, bahwa sebagai seorang guru itu harus memberikan teladan atau contoh praktik baik kepada murid. Dalam setiap pengambilan keputusan, seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan pada akhirnya guru membantu murid untuk dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Guru hanya sebagai pamong yang mengarahkan murid menuju kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan filosofi Pratap Triloka tut wuri handayani.

2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Dalam pengambilan suatu keputusan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita. Nilai-nilai bagaikan gunung es yang hanya terlihat kecil di permukaan air tetapi merupakan bagian yang besar di dalam alam bawah sadar kita. Maka penting untuk memupuk nilai-nilai positif dalam diri kita yang nantinya akan menjiwai setiap keputusan yang kita ambil.

3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Bimbingan yang telah dilakukan oleh pendamping atau fasilitator telah membantu saya berlatih mengevaluasi keputusan yang telah saya ambil. Apakah keputusan tersebut sudah berpihak kepada murid, apakah sudah sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal, apakah keputusan yang diambil bermanfaat untuk banyak orang dan apakah keputusan yang diambil tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Seorang pendidik harus mampu mengetahui dan memahami kebutuhan belajar serta kondisi sosial dan emosional dari muridnya. Seorang siswa harus mampu menyelesaikan permasalahannya dalam belajarnya. Pentingnya pendekatan Coaching dilaksanakan oleh guru, karena guru dalam hal ini sebagai coach akan menggali potensi yang dimiliki oleh muridnya dengan memberi pertanyaan pemantik sehingga murid dapat menemukan potensi yang terpendam dalam dirinya untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Untuk dapat mengambil sebuah keputusan dengan baik maka keterampilan coaching akan membantu kita sebagai pemimpin pembelajaran dengan pertanyaan- pertanyaan untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan. Coaching dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat yang akan berpengaruh sehingga terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman dengan demikian akan berpengaruh bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Sesi coaching membantu guru untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan memecahkan permasalahan saat menjadi pemimpin pembelajaran, sehingga pada saat menentukan suatu permasalahan dilema etika seorang guru mampu mengidentifikasi suatu permasalahan dengan teknik coaching, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang tepat dan berpihak pada murid
Coaching adalah ketrampilan yang sangat penting dalam menggali suatu masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apabila dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.

4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Dalam melaksanakan proses Pendidikan, pendidik dalam hal ini guru harus mampu melihat dan memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelola kompetensi sosial dan emosional yang dimiliki dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi sosial emosional seperti kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan ketrampilan berhubungan sosial (relationship skills). Sehingga diharapkan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara sadar penuh (mindfull), terutama sadar dengan berbagai pilihan, konsekuensi yang akan terjadi, dan mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang kita ambil karena tidak ada keputusan yang bisa sepenuhnya mengakomodir seluruh kepentingan para pemangku kepentingan. Namun tujuan utama pengambilan selalu pada kepentingan dan keberpihakan pada anak didik.

5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Pada pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika diperlukan kesadaran diri atau self awareness dan keterampilan berhubungan sosial untuk mengambil keputusan. Kita dapat menggunakan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan terutama pada uji legalitas untuk menentukan apakah masalah tersebut termasuk bujukan moral yang berarti benar vs salah ataukah dilema etika yang merupakan permasalahan benar vs benar. Apabila permasalahan yang dihadapi adalah bujukan moral maka dengan tegas sebagai seorang guru, kita harus kembali ke nilai-nilai kebenaran.

6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat, tentu akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Kondisi tersebut adalah kondisi yang kita inginkan. Maka untuk melakukan perubahan, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis. Dalam hal ini, kita menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
 
7. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Dalam kasus dilema etika, pada dasarnya apapun keputusan yang kita ambil dapat dibenarkan secara moral. Akan tetapi perlu memperhatikan prinsip-prinsip dalam pengambilan suatu keputusan. Kita harus berpikir hasil akhir dari keputusan kita yang sesuai dengan prinsip berpikir berbasis hasil akhir (end based thinking), kita juga harus melihat peraturan yang mendasari keputusan yang kita ambil (berpikir berbasis peraturan-rule based thinking) serta kita harus menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sesuai dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking).

8. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Merdeka belajar merupakan tujuan akhir dari pembelajaran yang kita lakukan. Merdeka belajar berarti siswa bebas untuk mencapai kodrat alamnya (mengembangkan potensinya) tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Siswa juga dapat mencapai kebahagiaannya sesuai dengan potensi yang dia miliki. Maka keputusan yang kita ambil tidak boleh merampas kebahagiaan siswa dan juga merampas potensi yang dimiliki siswa.
 
9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Guru adalah pemimpin pembelajaran sebagai pamong yang diibaratkan seorang petani yang menyemai benih. Benih tersebut dapat tumbuh subur apabila dirawat, dan dijaga dengan baik. Demikian juga dengan murid, seorang guru bertanggungjawab untuk mengembangkan potensi yang dimiliki murid sebagaimana petani yang menyemai benih untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga setiap keputusan guru akan berpengaruh pada masa depan murid.

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan yang didapat dari pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :

Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiliki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran.
Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being).
Dalam pengambilan keputusan seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar Pancasila.
Dalam perjalanannya menuju profil pelajar Pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga diperlukan panduan sembilan langkan pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar.

Rabu, 23 Februari 2022

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

 

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Sebagai guru, tentunya dipahami bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri dengan keunikannya masing-masing. Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam menyampaikan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid.

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek, yaitu : 

1. Kesiapan Belajar

Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut.  

Baca juga1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

2. Minat Murid 

Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Tomlinson (2001: 53), mengatakan bahwa tujuan melakukan pembelajaran yang berbasis minat, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar;
  • mendemonstrasikan keterhubungan antar semua pembelajaran;
  • menggunakan keterampilan atau ide yang dikenal murid sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang dikenal atau baru bagi mereka, dan;
  • meningkatkan motivasi murid untuk belajar.

Minat sebenarnya dapat kita lihat dalam 2 perspektif. Yang pertama sebagai minat situasional. Dalam perspektif ini, minat merupakan keadaan psikologis yang dicirikan oleh peningkatan perhatian, upaya, dan pengaruh, yang dialami pada saat tertentu. Seorang anak bisa saja tertarik saat seorang gurunya berbicara tentang topik hewan, meskipun sebenarnya ia tidak menyukai topik tentang hewan tersebut, karena gurunya berbicara dengan cara yang sangat menghibur,  menarik dan menggunakan berbagai alat bantu visual.  Yang kedua, minat juga dapat dilihat sebagai sebuah kecenderungan individu untuk terlibat dalam jangka waktu lama dengan objek atau topik tertentu. Minat ini disebut juga dengan minat individu. Seorang anak yang memang memiliki minat terhadap hewan, maka ia akan tetap tertarik untuk belajar tentang hewan meskipun mungkin saat itu guru yang mengajar sama sekali tidak membawakannya dengan cara yang menarik atau menghibur. Karena minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran, maka memahami kedua perspektif tentang minat di atas akan membantu guru untuk dapat mempertimbangkan bagaimana ia dapat mempertahankan atau menarik minat murid-muridnya dalam belajar.

3. Profil Belajar Murid

Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri.  Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka.  

Perlu diperhatikan bahwa mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid, tidak selalu harus melibatkan sebuah kegiatan yang rumit. Guru yang memperhatikan dengan saksama hasil penilaian formatif, perilaku murid atau terbiasa mendengarkan dengan baik murid-muridnya biasanya akan dengan mudah mengetahui kebutuhan belajar murid-muridnya.

Dengan keunikan dan keistimewaan pada diri murid, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu solusi yang tepat agar murid dengan segala kelebihan dan kekurangannya dapat memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kodrat anak, sehingga dapat mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila. 

Sebagai seorang guru, kita juga harus mampu memahami dan menerapkan nilai dan peran guru penggerak untuk mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi yang optimal. Dengan nilai dan peran guru penggerak tersebut, guru akan semakin jeli dalam memahami kelebihan dan kekurangan muridnya. 

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Murid akan semakin nyaman dan senang karena segela kebutuhan yang dibutuhkannya dapat terpenuhi dengan pembelajaran berdiferensiasi, sehingga dapat memudahkan guru untuk mencapai visi guru penggerak dan visi murid impian. 

Pembelajaran berdiferensiasi juga memerlukan iklim dan ekosistem belajar yang positif. Hal ini dapat terwujud dengan menerapkan budaya positif di lingkungan kelas dan sekolah. 


Oleh : Nurhafidz, S.Pd.SD 
04.065.PPPPTKMATEMATIKA.IMAM SOFII PPGP 4
CGP Angkatan 4 Kabupaten Pati – Jawa Tengah


Selasa, 14 Desember 2021

Aplikasi untuk Menaikkan Nilai Ulangan Secara Otomatis


Aplikasi untuk Menaikkan Nilai Ulangan Secara Otomatis - Bagi Bapak dan Ibu guru, tentu sudah memahami betul bahwa nilai peserta didik tidak semuanya sesuai dengan yang diinginkan. Pastinya distribusi nilai yang sudah didata belum sempurna dengan rentang yang tidak beraturan. Tidak heran guru harus mengubah/ mengkonversi nilai tersebut agar sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) atau KBM (Kriteria Belajar Minimal).

Baca juga : Download SK TIM BOS TAHUN 2021

Bapak dan Ibu Guru sebenarnya sudah melakukan berbagai cara untuk menaikkan nilai akhir yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rapor, seperti dengan melakukan remedial terhadap KD (Kompetensi Dasar) yang masih belum tercapai, atau memberikan tugas lainnya. Tetapi terkadang hasilnya selalu di bawah KKM atau KBM.

Baca juga : 1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Maka salah satu cara terakhir jika berulang kali remedial tidak sesuai dengan KKM atau KBM adalah dengan aplikasi konversi nilai atau sering disebut juga aplikasi indeks nilai atau aplikasi menaikkan nilai. Aplikasi ini berbasis excel jadi sangat mudah digunakan dan hasilnya bisa dianggap paling adil untuk peserta didik. 

Bapak dan Ibu Guru dapat mengunduhnya pada tautan ini

Demikian yang dapat saya bagikan. Mohon maaf apabila ada kekurangan. Semoga dapat membantu dan terima kasih. 

Senin, 01 November 2021

1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 

Nurhafidz, S.Pd.SD (SDN Puncel 01)
04.065.PPPPTKMATEMATIKA.IMAM SOFII PPGP 4
CGP Angkatan 4 Kabupaten Pati – Jawa Tengah









1. Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?
a. Selama ini saya hanya fokus agar murid menguasai semua materi pelajaran dan dapat mengerjakan semua tugas dengan baik dan tentunya memperoleh nilai di atas KKM.
b. Saya hanya mementingkan kompetensi pengetahuan (KI-3) murid 
c. Saya menganggap murid seperti botol kosong yang harus diisi terus menerus
d. Murid hanya sebagai obyek dan harus patuh semua perintah saya 
e. Saya fokus untuk mementingkan ketuntasan materi dan memenuhi administrasi yang sesuai kurikulum dengan mengesampingkan potensi, minat dan bakat murid
f. Hasil belajar murid di atas KKM merupakan suatu prestasi

2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini? 
Setelah saya mengikuti pendidikan guru penggerak dan  mempelajari modul 1.1. tentang filosofis dan pemikiran pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, saya berpikir bahwa selama ini saya hanya mengetahui sedikit tentang sistem among, yaitu Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madya Mangunkarsa dan Tut Wuri Handayani, tanpa mencari tahu makna yang terkandung dalam sistem among tersebut. 
Sistem Among menuntut kesabaran dalam penerapannya. Saya menyadari, bahwa selama ini memandang anak sebagai objek dalam pembelajaran, seharusnya merekalah subjek pembelajaran. Mereka bukanlah seperti botol kosong yang selalu diisi air terus menerus tanpa memperdulikan kemerdekaan yang ada pada diri mereka. Saya pun harus menyadari bahwa, setiap anak itu istimewa, unik, dan memiliki potensi dalam dirinya.
Pendekatan pendidikan dan pengajaran hanya dalam bentuk pemberian materi, tugas dan pemberian sangsi akan menimbulkan akibat yang kurang baik bagi anak. Hal tersebut sangat bertentangan dengan kodrat alam dan zaman yang dimilki anak. 
Perubahan dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini, antara lain : 
a. Saya berusaha membenahi pola pikir yang sesuai dengan filosofis dan pemikiran pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara
b. Saya mencoba menggali potensi, minat dan bakat anak sesuai dengan kodrat alam dan zaman 
c. Menyadari bahwa setiap anak itu unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Jadi tidak boleh disama ratakan
d. Mulai berusaha belajar menuntun, mengarahkan dan membimbing anak sesuai dengan kodrat mereka. 
e. Tidak menjadikan KKM sebagai satu-satunya alat untuk memberikan predikat prestasi, melainkan menggali segala potensi yang dimiliki anak
f. Memberikan kebebasan bagi murid dengan batasan yang sewajarnya sesuai dengan kearifan lokal, seperti memberi kesempatan pada murid untuk berbicara, menanggapi dan mengungkapkan perasaan serta ide mereka.  
g. Berusaha menjadi guru, orang tua, teman, sahabat dan fasilitator yang baik  bagi mereka sehingga muncul keterikatan emosional yang kuat dan ini lebih memudahkan menuntun mereka sesuai kodrat mereka. Menjadi teladan yang baik bagi murid 

3. Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD?
Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD, antara lain : 
a. Membuat kesepakatan kelas untuk mengenali potensi, minat, bakat dan kebutuhan murid 
b. Merancang  pembelajaran yang berpusat pada murid, sesuai dengan kebutuhan murid dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan merdeka
c. Menjadi  teladan yang baik dalam menanamkan nilai karakter atau budi pekerti
d. Mengembangkan profil pelajar pancasila (Beriman Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis, mandiri dan kreatif) 

Untuk dapat menerapkan program merdeka belajar yang menghasilkan profil “Pelajar Pancasila” membutuhkan proses dan waktu. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah dan banyak sekali tantangannya. Pendidikan dan pengajaran harus kita pahami lebih dalam lagi. Tujuan pendidikan bukan hanya untuk penghidupan tapi lebih dari itu, pendidikan untuk kehidupan. 
Demikian yang dapat saya uraikan pada modul 1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Besar harapan saya ada saran, tanggapan bahkan kritikan untuk perkembangan yang lebih baik lagi. Semoga bisa bermanfaat untuk saya dan kita semua. 


Minggu, 18 April 2021

PERMENDIKBUD NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI, TUNJANGAN KHUSUS, DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH


Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. Alasan perubahan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan peraturan perundang-undangan dalam penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan  tambahan penghasilan guru pegawai negeri sipil daerah

Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 dibuat untuk melakukan penyesuaian tahapan penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan guru pegawai negeri sipil daerah sesuai dengan perubahan tugas dan fungsi organisasi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Baca juga Download SK TIM BOS TAHUN 2021di sini )

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah yang dimaksud dengan : 
  1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  2. Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada Guru yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.
  3. Tunjangan Khusus adalah tunjangan yang diberikan kepada Guru sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di Daerah Khusus.
  4. Tambahan Penghasilan adalah sejumlah uang yan diberikan kepada Guru pegawai negeri sipil daerah yang belum bersertifikat pendidik yang memenuhi kriteria sebagai penerima tambahan penghasilan.
  5. Daerah Khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.
Dalam lampiran I Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah disebutkan bahwa Tunjangan Profesi diberikan kepada Guru yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Guru dengan status CPNSD/PNSD;
  2. memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik;
  3. berstatus sebagai Guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang tercatat pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di bawah binaan Kementerian;
  4. memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) yang diterbitkan oleh Kementerian;
  5. aktif mengajar sebagai Guru mata pelajaran/Guru kelas atau aktif membimbing sebagai Guru bimbingan konseling/Guru teknologi informasi dan komunikasi pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan Sertifikat Pendidik yang dimiliki;
  6. memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  7. memiliki hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebutan “Baik”;
  8. mengajar di kelas dengan dengan rasio guru dan siswa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi guru; dan
  9. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan bagi Guru atau dinas pendidikan bagi pengawas satuan pendidikan.
Masih dalam lampiran I Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah disebutkan pula bahwa Guru tetap diberikan Tunjangan Profesi apabila melaksanakan cuti sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Melaksanakan cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, dan/atau cuti bersama yang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Khusus untuk pelaksanaan cuti besar sebagaimana dimaksud pada angka 1 yang berkenaan dengan keagamaan hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali.
  3. Melaksanakan cuti studi sesuai dengan persyaratan sebagai berikut: 
  • Guru telah memenuhi kualifikasi akademik paling rendah S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik dapat menggunakan cuti studi. 
  • Cuti studi dapat diberikan secara periodik setiap 6 (enam) tahun dihitung sejak yang bersangkutan memenuhi kualifikasi akademik dan telah memiliki sertifikat pendidik. 
  • cuti studi dipergunakan untuk melakukan praktik kerja/magang di Dunia Usaha atau Dunia Industri (DUDI) yang relevan dengan tugasnya paling banyak 6 (enam) bulan yang dihitung secara akumulatif dalam jangka waktu 6 (enam) tahun dengan ketentuan sebagai berikut:
  • penyelenggaraan praktik kerja/magang dilakukan oleh DUDI yang telah memiliki kerjasama antara DUDI/ kementerian lain/ lembaga negara dengan Kementerian/ Pemerintah Daerah;
  • mendapatkan izin/persetujuan dari pejabat pembina kepegawaian; dan
  • pejabat pembina kepegawaian menyediakan guru pengganti yang relevan.
Dalam lampiran II Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah disebutkan bahwa Tunjangan Khusus diberikan kepada Guru yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. berstatus sebagai Guru CPNSD atau PNSD yang bertugas di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Menteri;
  2. aktif melaksanakan tugas dan memenuhi beban kerja di Daerah Khusus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. terdaftar aktif pada Dapodik;
  4. memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
  5. memiliki surat keputusan penugasan mengajar di satuan pendidikan pada Daerah Khusus yang ditetapkan oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan kewenangannya; dan
  6. jumlah penerima Tunjangan Khusus pada satuan pendidikan tidak melebihi kebutuhan Guru ideal pada satuan Pendidikan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan baca dan download Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah melalui link yang tersedia di bawah ini : 

Link download Permendikbud Nomor 7 Tahun 2021 ( di sini )

Demikian informasi tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. Semoga ada manfaatnya dan terima kasih. 

Draft Input Nilai Rapor-SP Jenjang SD

  Bapak/ Ibu Guru SD yang hebat selamat berjumpa lagi dengan blog ini. Semoga Bapak/ Ibu Guru SD selalu dalam keadaan baik sehat wal afiat. ...